Sunday, October 4, 2015
Saturday, January 25, 2014
Wednesday, August 21, 2013
Four Seconds
Ten winters long, I locked my heart away, within a dreary castle, black and luxorious
Where endless dark nights and unceasing rainstorms did guard my broken heart, shattered by first love
Refusing that pain to return, I built fortress walls from the ruins of petrified dreams, placing logic upon every watchtower
Standing tall atop the keep, I vowed no love would enter before Kairos showed his face at the gate
Thus I forged the steel within, rising from ashes and dust,
Becoming a better man in strength and mind, through hard work and sacred trust
In the tenth year, the grand universe brought light into the castle
A soft light like a heavenly pillar, dancing in the center of the throne room where I embraced my sorrow
My restless eyes still searched for the face of Kairos, the Great King of Time, yet upon your charm my eyes were locked, oh Light
You are the radiance that calmed the storm, and ended the endless pitch-black night
The most beautiful girl I have known, you arrived with an innocent smile and constant kindness
Your presence is a prayer I quietly enjoy, as the seeds of affection begin to bloom
You stole my heart, before I realized the sorrow was erased, gone without a trace
We exist in the same heavenly vibration, souls connected naturally
The same way of laughing, and a similar shape of the nose
You are the source of my brilliant inspirations, and the spirit that will never die
The universe showed its blessing through the way nature works—directing, then bringing closer, pushing, then dictating the consciousness—that your heart is the other half of this one
Yet logic, not having found the form of Time, still holds the reins to keep me from moving forward, though the heart continues to rebel
Then, fate and the universe began to diverge; someone else held your hand, and I stood silent as a spectator in a foreign land
Your pure virtue, the sacrifices and jealousy you showed, made me surrender and become captured without complaint
Then I awaited a reason in uncertainty, so no heart would be hurt
I only acted in stealth, announcing to the world, that you are my love until death
For years I was held, on the thin, agonizing line of friendship
After five years in yearning, you took my fingers in silence... gently
The world stopped, time froze at our fingertips, by your will
Our hearts, pulses, and breaths are in one harmonious rhythm
Without a sound, you revealed the secret stored long in the deepest depths of your heart
A truth stronger than words the tongue can speak, immediately wrapping me in the love I craved
I feel whole again, my inner eye opened, and my happiness is complete
The most beautiful reality: that you, the girl I love, are standing beside me, holding my fingers without words or gaze, declaring that I am your true first love
Four seconds... felt like forever...
I am your witness, to the steadfastness and courage you declared, driven by true love
That heavenly feeling has settled in my chest, inspiring me to the virtue you always hold firm
Like dharma, the way of the cross, and the path of knights, I pledge my life to you: Waiting until the path is pure, free from every blemish
I will not let any stain touch you, and I will not be the cause of others bleeding, or tasting the sorrow I once felt
Between time and fate that continue to race, I stake my hope upon sacrifice and regret, that you will surely find the reason, to keep this as an impeccable true love
(:
Sunday, April 14, 2013
Empat Detik
Sepuluh musim dingin lamanya aku mengunci hati dalam kemegahan kastil hitam..
Di tengah selubung malam kelam tak bertepi dan hujan badai tanpa akhir, hatiku yang patah oleh cinta pertama menemukan ketenangan..
Menolak luka itu datang kembali, kubangun tembok benteng dari reruntuhan angan yang membatu, dan menaruh logika pada setiap menara pengintai..
Dari dalam altar singgasanaku, bersumpah tak akan ada lagi cinta yang datang sebelum Kairos, sang Raja Waktu, menampakan wajahnya di depan gerbang..
Demikianlah kutempa baja batinku, bangkit dari abu dan debu, menjadi pria yang lebih baik dalam kekuatan dan pikiran..
Di tahun kesepuluh, Semesta Yang Agung membawa cahaya ke dalam kastil..
Cahaya lembut bagai pilar sorgawi, menari di tengah-tengah balairung singgasana tempatku mendekap nestapa..
Mata gelisahku masih mencari-cari wajah Kairos, namun pada pesonamulah pandanganku terkunci, wahai sang Cahaya..
Kau adalah terang yang meredakan hujan badai, dan yang mengakhiri malam pekat tak bertepi..
Gadis tercantik dari semua yang kukenal, kau hadir dengan senyuman polos dan kebaikan hati yang konstan..
Hadirmu adalah doa yang diam-diam ku nikmati, seiring benih rasa mulai bersemi..
Engkau mencuri hatiku, sebelum kusadari nestapa itu telah terhapus, habis tak membekas..
Kita ada dalam getaran sorgawi yang sama, jiwa yang terhubung secara alami..
Cara tertawa yang sama, dan bahkan bentuk hidung yang serupa..
Kaulah sumber inspirasi-inspirasi gemilangku, dan semangat yang tak akan pernah mati..
Semesta pun menunjukan restu melalui cara alam bekerja, mengarahkan, lalu mendekatkan, mendorong, lalu mendikte kesadaran, bahwa hatimu adalah separuh dari hati ini..
Namun logika yang belum menemukan kehadiran sang Raja Waktu, masih menahan tali kekang agar tak maju, walaupun hati terus berontak..
Aku hanya bergerilya, mengumumkan kepada dunia, bahwa kau adalah cinta sampai matiku..
Lalu, takdir dan semesta mulai tak sejalan, seseorang menggenggam tanganmu, dan aku terdiam sebagai penonton di tanah asing..
Kebajikanmu yang murni, pengorbanan-pengorbanan dan kecemburuan yang kau tunjukan, membuatku menyerah dan tertawan tanpa mengeluh..
Lalu kunantikan alasan dalam ketidak-pastian agar tak ada hati yang tersakiti..
Bertahun-tahun aku tertahan, di garis tipis persahabatan yang menyiksa angan..
Hari ini, kau raih jemariku dalam hening..lembut..
Dunia terhenti, waktu membeku di ujung jemari kita, atas kehendakmu..
Jantung, nadi dan nafas kita berada dalam satu irama harmoni..
Tanpa suara, kau ungkap rahasia yang tersimpan lama di relung terdalam hatimu..
Sebuah ungkapan yang menembus dimensi ruang dan waktu..
Sebuah kenyataan terindah bahwa engkau gadis yang kucinta sedang berdiri di sampingku, menggenggam jemariku tanpa kata dan tatapan, menyatakan bahwa akulah cinta sejati pertamamu..
Sebuah kebenaran yang lebih kuat dari kata-kata yang dapat diucapkan lidah, segera membungkusku dengan perasaan cinta yang kudambakan..
Aku merasa utuh kembali, mata batinku terbuka dan kebahagiaanku penuh..
Empat detik....terasa seperti selamanya...
Aku adalah saksimu, atas keteguhan dan keberanian yang engkau nyatakan atas dorongan cinta sejati..
Perasaan sorgawi itu telah bersemayam di dada, lalu menginspirasiku pada kebajikan yang selalu kau pegang teguh..
Laksana darma, jalan salib dan jalan para ksatria, aku ikrarkan hidupku padamu: Menanti hingga jalannya murni, bebas dari setiap cela, dan kau tak bersalah..
Takkan kubiarkan ada noda yang menyentuhmu, dan aku tak akan menjadi penyebab orang tak bersalah berdarah, atau mengecap duka yang pernah kurasa
Di antara waktu dan takdir yang terus berpacu, kupertaruhkan harapan di atas pengorbanan dan penyesalan, bahwa kau pasti akan menemukan alasan, agar cinta ini tetap sejati, tak bercela
Thursday, April 4, 2013
Testimony
I got Tuberculosis, and God made me capable to work in his field.
I am healed now by His grace, and I still work in His field.
I believe...
Saturday, November 3, 2012
Wednesday, August 22, 2012
Saturday, March 12, 2011
Pencerahan, Enlightenment, Lumières, Aufklärung
Latar Belakang (sejarah) Kemerdekaan Amerika Serikat
Perkembangan penduduk di daerah-daerah koloni Inggris di Amerika sangat pesat. Jika pada tahun 1700 populasi penduduknya tercatat hanya 200.000 jiwa maka pada tahun 1770 telah meningkat tajam menjadi 2.5 juta jiwa. Bagi pemerintah Inggris, Amerika adalah sumber keuntungan yang besar. Oleh karena itu, parlemen Inggris mengesahkan berbagai undang-undang pelayaran yang isinya, antara lain segala pengangkutan barang-barang dari negara-negara kolonial ke Inggris atau sebaliknya hanya boleh dilakukan dengan menggunakan kapal Inggris. Undang-undang yang lain menyebutkan bahwa kaum penetap di daerah kolonial hanya diperbolehkan melakukan transaksi dagang dengan Inggris dan melarang mereka berdagang dengan negara lain. Tujuan dari semua undang-undang tersebut adalah agar para pengusaha Inggris tidak tersaingi oleh para pengusaha yang menetap di Amerika. Tentu saja peraturan tersebut sangat merugikan mereka, akibatnya mereka selalu berusaha untuk menghindari atau bahkan melanggar. Kejengkelan para penetap Amerika diperparah oleh sikap pemerintah Inggris yang lemah dalam menghadapi penyelundupan dan perdagangan gelap yang sangat marak di daerah koloni Amerika Utara.
Perang selama tujuh tahun untuk melindungi daerah kolonial dari serangan bangsa Perancis di Kanada telah menyedot dana yang besar. Guna menutup biaya tersebut, pemerintah Inggris memutuskan untuk memanfaatkan sumber-sumber keuangan yang berasal dari daerah koloni. Pemerintah Inggris memutuskan memberantas penyelundupan dan perdagangan gelap yang marak terjadi di Amerika Utara serta memberlakukan bea masuk dan pajak-pajak baru pada tahun 1764. Peraturan yang mengekang dan ditambah lagi dengan kebijakan baru tersebut telah menimbulkan reaksi keras dari kaum pengusaha yang menetap di Amerika. Pemerintah Inggris tidak bisa begitu saja mengambil keputusan di London tanpa adanya persetujuan dari wakil pemerintah Kolonial Amerika. Dengan mengangkat slogan ‘No taxation without representation’ yang berarti ‘Tiada pembebanan pajak tanpa perwakilan’. Bagi mereka, keputusan raja Inggris dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak-hak serta kebebasannya. Akhirnya, rasa percaya diri kaum penetap tumbuh setelah ancaman dari bangsa Perancis semakin tidak dirasakan.
Sementara itu, di Inggris sendiri keputusan Raja George III tersebut menimbulkan tanggapan yang pro dan kontra dari para politisi. Mereka yang pro-raja berargumen bahwa tujuan hasil penarikan pajak adalah untuk anggaran pertahanan dan keamanan dalam upaya melindungi kolonial Amerika dari serangan bangsa Perancis. Sementara itu, pihak yang kontra yang didukung oleh politisi ternama seperti Wilkes dan Chatham, menentang keputusan raja dengan alasan demi keutuhan kerajaan Inggris. Solusi mereka adalah dengan memberikan konsesi-konsesi kepada kaum penetap Amerika. Namun, setelah perang tidak dapat terhindarkan, seluruh rakyat Inggris akhirnya mendukung keputusan raja meskipun tidak sepenuh hati karena menurut mereka ini adalah perang saudara. Pemerintah pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan tentara sewaan dari Jerman untuk dikirim ke Amerika.
Pada 1773, sekelompok pendatang Inggris melakukan reaksi dengan memboikot pemberlakuan pajak tersebut dengan membuang muatan hasil panen teh ke laut di Pelabuhan Boston daripada harus membayar pajak. Peristiwa tersebut, kemudian lebih dikenal dengan The Boston Teaparty. Aksi ini memicu kemarahan pemerintah Inggris dan kemudian menutup pelabuhan Boston. Sebaliknya, kaum penetap memutuskan untuk mengawasi dan mencegah masuknya barang-barang dari Inggris ke Amerika sampai pelabuhan Boston dibuka kembali. Pemerintah Inggris menganggap bahwa aksi tersebut sebagai pemberontakan dan memutuskan untuk menyelesaikan dengan kekuatan pasukan perang.
Bagi kaum penetap peristiwa ini kemudian dianggap sebagai tonggak Perjuangan Kemerdekaan Amerika. Sedangkan puncak perjuangan mereka adalah ketika Kongres Kontinental yang mewakili ketiga belas koloni Amerika Utara bersidang di Philadelphia dan mendeklarasikan kemerdekaan ke-13 koloni tersebut dengan nama The United State of America (Amerika Serikat) pada tahun 1776. Pernyataan merdeka ini menyebabkan kemarahan besar pemerintahan Inggris dan mereka tidak mengakui keputusan tersebut. Akhirnya, pemerintah Inggris mengirimkan pasukan perang untuk menggempur Amerika Serikat. Pada awal-awal pertempuran, rasa pesimis muncul pada para pejuang pendiri Amerika Serikat karena para milisi Amerika tidak memiliki pengalaman berperang yang sebanding dengan angkatan Laut Inggris. Ditambah lagi, mereka tidak memiliki disiplin perang yang sebenarnya. Kekhawatiran lain yang muncul adalah ancaman dari kaum loyalis atau tories yang masih setia kepada pemerintah kerajaan Inggris. Dalam situasi dan kondisi yang kritis, munculah nama George Washington seorang pemimpin yang memiliki kemampuan dalam bidang militer dan politik.
Rasa pesimistis tentara Amerika Serikat mulai sirna ketika mereka mampu mengalahkan angkatan perang Inggris di Saratoga. Kemenangan tersebut menjadi titik balik bagi kebangkitan perjuangan mereka. Kemenangan tersebut dimanfaatkan oleh negara-negara yang pernah dikalahkan oleh Inggris untuk membalas dendam mereka. Dimulai dari Perancis yang memang sejak semula telah bersimpati kepada perjuangan tentara Amerika, kemudian diikuti oleh Spanyol dan Belanda. Momen tersebut juga disambut gembira oleh negara-negara Eropa lainnya karena tidak senang dengan arogansi pemerintah Inggris yang mengizinkan Angkatan Lautnya melakukan operasi terhadap semua kapal-kapal di lautan bebas.
